Keripik Tempe Khas Desa Tuwel Bojong

Potensi usaha kecil rumahan harus dikembangkan untuk peningkatan ekonomi, keripik tempe menjadi salah satu usaha rumahan yang ditekuni Sukron warga Desa Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

Produksi keripik tempe yang digelutinya sudah berlangsung sekitar 3 tahun, dan bisa menghidupi kebutuhan keluarga dan kebutuhan tambahan lainnya.

Saat ditemui slawiayu.com jum'at (1/2), Sukron menjelaskan bahwa usaha pembuatan keripik tempe Tiga Putra sudah berjalan sekitar 3 tahun. Awalnya bekerja ikut pengusaha keripik tempe yang sudah jalan, kemudian terpintas ide membuat keripik tempe sendiri. "Kita satu keluarga kerja bareng, yang terdiri dari ibu, bapak, saya, dan adik. Bekerja sesuai bidangnya masing-masing," jelasnya.

Menurutna, pembuatan keripik tempe tidak terlalu ribet, yang pertama dengan menyiapkan tempe dan mengiris tempe, masukan ke dalam adonan, digoreng lalu dibungkus. Tempe dibuat sendiri, kualitas tempe sangat mempengaruhi rasa. Awalnya kita kesulitan dalam hal pemasaran, tapi keuletan usaha tidak mengingkari hasil.

Ditambahkanya, dalam sehari sudah dapat menjual sekitar 2 kg keripik tempe yang dikemas 2 ons setiap kemasan."Untuk pemasaran meliputi Slawi, Bojong, Margasari, bumijawa dan Lebaksiu. Kita jual kepada Toko ataupun minimarket 8 ribu setiap kemasan," paparnya.

Dia berharap dapat mendirikan sentra oleh-oleh di obyek wisata Guci, karena warga desa tuwel banyak yang memproduksi jajanan dengan ciri khas masing-masing.

(slawiayu/siswandi)


Desa : Tuwel, Kecamatan : Bojong, Kab. Tegal #Tuwel