Cek Kesiapan Pemilu, KPUD Kabupaten Tegal Gelar Simulasi

Demi menyiapkan kesiapan penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tegal menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) 20, Desa Tegalandong, Kecamatan, Lebaksiu Sabtu (6/4/2019).

Simulasi dilaksanakan dengan melibatkan warga sekitar TPS dari berbagai unsur di antaranya pemilih pemula, lansia, dan distabilitas.

Komisioner KPUD Kabupaten Tegal, Fasihin, mengatakan pada simulasi tersebut, KPUD menggunakan standar saat pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 yang bakal dilaksanakan Rabu 17 April 2019 mendatang.

“Jadi simulasi ini sama persis dengan aslinya. Sekitar pukul 07.00 WIB para pemilih akan mulai berdatangan ke area TPS. Sampai pukul 13.00 WIB, dilanjutkan dengan penghitungan suara sampai selesai,” katanya.

Fasihin menuturkan bahwa di TPS tersebut ada 114 DPT ditambah 4 orang pemilih pindah tempat yang menggunakan A5. Serta pemilih yang tidak terdaftar dan memilih memakai e-KTP dan suket daftar pemilih khusus (DPK). “Kalau pemilih yang memakai e-KTP Itu bisa memilih dari jam 12 sampai jam 13.00,” tuturnya.

Pada simulasi tersebut hadir juga Ketua Bawaslu Ikbal Faizal, Forkompinda, dan Forkompincam, serta Panwascam dan semua ketua PPK se-Kabupaten Tegal. “Ini hanya simulasi. Kekurangan apa saja nanti ada evaluasi,” ujar Fasihin.

Simulasi juga disediakan kursi roda untuk membantu para distabilitas untuk mencoblos. Untuk para tuna netra, ada petugas yang mengarahkanya.

“Calon pemilih diarahkan langsung ke meja daftar hadir pemilih dan selanjutnya melakukan pemeriksaan seperti penyesuaian KTP dan formulir C6,” ujar dia.

Fasihin menambahkan, pemeriksaan dilakukan guna mensinkronkan berkas sesuai daftar pemilih tetap (DPT) atau tidak. Lalu jari tangan calon pemilih pun diperiksa untuk memastikan dia sudah mencoblos atau tidak.

Setelah tahapan tersebut, pemilih harus tanda tangan kedatangan dengan formulir C7 yang disesuaikan dengan jenis kelamin. “Pemilih juga menerima nomor urut panggilan, namun pemilih harus menunggu giliran pencoblosan di tempat yang sudah disiapkan,” tuturnya.

Setelah prosesi pencoblosan di bilik suara, pemilih memasukkan kertas suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara sesuai warna. Serta memasukan jari kelingking ke tinta dengan ukuran sesuai mata kuku.

(slawiayu/siswandi)