Berita Bohong (Hoax) Tentang Mie Instan

Kita tentu sudah tau apa itu mi instan, makanan murah meriah ini salah satu kawan akrab mahasiswa di akhir bulan. Nah, anda pasti sering mendengar mengenai aneka rumor di luar sana kalau mi instan itu tidak sehat.

Mie instan itu berbahaya, mengandung lilin, dapat menyebabkan tumor, kanker dan penyakit lain yang seram-seram. Rumor atau berita tersebut sebenarnya tidak semuanya benar, bahkan termasuk berita bohong tentang mi instant. Yuk kita bahas berita bohong tentang mi instan.

Mi Instan Mengandung Lilin

Isu ini kembali marak di bulan Juli 2019 ini, jelasnya mi instan mengandung lilin untuk mencegah mi saling menempel. Ini tentu tidak benar, tidak ada yang namaya mi instan menggunakan lilin, (itu lho minyak-minyak yang muncul tepat dikala kita rebus mi) Tenang, itu bukan lilin kok, itu minyak bro!

Prof Dr FG Winarno mengemukakan bahwa mi instan awet dan dapat tahan lama dikarenakan proses pembuatannya, antara lain dengan trick penggorengan atau deep frying yang membuat kadar air mi instan jadi amat sangat rendah (sekitar 5 persen), maka tidak mengijinkan bakteri pembusuk hidup & berkembang biak.

Sebab kadar air yang teramat rendah tersebut, mi instan bersifat amat sangat awet. Sebab proses deep frying tersebut memakai minyak goreng, tidaklah aneh jikalau tatkala memasak mi instan kelihatan berminyak. Tetapi tidak mengandung lilin dikarenakan lilin merupakan senyawa inert untuk melindungi makanan agar tidak basah dan langsung membusuk. Hal itu biasa dijumpai pada makanan seperti buah apel dan kubis.

Air Rebusan Mi Harus Dibuang

Nah, kalo yang ini sering banget diberitakan dan amat berkaitan dengan kasus di atas. Jelasnya sih, supaya lilinnya tidak termakan maka dibuang saja air rebusannya. Sudah dibahas diawal, kalau di mi instan nggak ada lilin. Membuang air rebusannya justru membuang banyak nutrisi loh! (lho kok bisa?) anda sempat membaca bungkus mi instan? Ada kalimat di lengkapi bersama vitamin bla-bla-bla seperti itu?

Telah dijelaskan bahwa ada beberapa vitamin dan mineral yang larut air. Jadi, tatkala kita merebus mi, vitamin dan mineral itu terlarut dalam air rebusan mi. Tetapi, pilihan dikembalikan terhadap rekan-rekan, kemungkinan ada yang masih takut, atau sudah terbiasa mengganti air rebusan. Terserah mau pilih yang mana, yang jelas sudah tau keadaan sebenarnya kan?

Ada juga isu yang mengatakan Mi Instan Tidak Boleh Dimasak Dengan Bumbunya, Pemanasan Diatas 120 Derajat Celsius Berpotensi terjadi Karsinogen Pembawa Kanker

Sungguh isu yang sangat seram. Benarkah begitu? nyatanya tidak. Begitu kata Prof Dr FG Winarno, ahli pangan & Ketua Dewan Pakar PIPIMM (Pusat Info Product Industri Makanan & Minuman).

"Mi instan kering yaitu product setengah matang. Dinamakan instan dikarenakan amat sangat mudah disajikan sesudah dipanaskan dalam suhu air mendidih. Rata Rata sekitar 100 derajat Celsius dalam waktu kurang dari 5 menit. Jadi, suhunya bukan 120 derajat Celsius, di mana suhu tersebut baru bisa diraih kalau memakai pressure cooker atau retort buat strelisasi dalam proses pengalengan pangan," terangnya.

Satu-satunya argumen mengapa mi tidak boleh dimasak bersama bumbunya ialah kelak mi anda menjadi tidak enak (lha? kok gitu?) simple, semua sudah ada takarannya, kalau anda merebus mi benar-benar menggunakan air 400cc sih tidak masalah, tetapi kelihatannya sebagian besar dari kalian nggak sempat ngukur air sebelum masak, bener kan?

Agar rasa mi konsisten enak, maka kita dianjurkan memasukkan bumbu di mangkuk, dikarenakan takaran mangkuk nyaris sesuai, yah, kalau keasinan tinggal ditambah air sedikit. Coba kalau udah dimasak bersama bumbunya, kalau terlalu banyak air kan mi-nya jadi nggak enak?

Adanya Kandungan Natrium

Apa sih bahayanya? Disebutkan disalah satu web bahwa kandungan natrium dapat membahayakan anda yang memiliki/mengidap sakit hipertensi & maag. Pasti saja didalam mi instan terdapat Natrium.

Anda pasti tau garam dapur, pasti tau rumus kimianya, NaCl, Natrium Klorida, tapi sampai kini garam tidak dilarang beredar atau ditarik oleh Badan Pengawasan Obat Dan Makanan.

So, janganlah khawatir jikalau mi instan mengandung natrium. Jangankan bikin mi instan, masak masakan yang lain juga tentu menggunakan garam?

Mi Instan Mengandung MSG

Anda sudah cek artikel FOOD ALERT? MSG tidak berbahaya asal tidak terlalu banyak. Dinas pengawas kesehatan, seperti Depkes ataupun WHO atao Codex, sudah menyebut bahwa MSG ialah type bahan penambahan makanan yang tidak dilarang penggunaannya dalam industri pangan (sepanjang tidak melampaui batas aman yang distandarkan). Mi instan memanfaatkan bahan pengawet.

Dalam proses pembuatannya, mi instan mi instan memanfaatkan metode khusus biar lebih awet, tapi sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu trik pengawetan mi instan ialah dengan deep frying yang sanggup menekan rendah kadar air sekitar 5 %. Metode lain yakni hot air drying (pengeringan dengan hawa panas). Inilah yang membuat mi instan mampu awet sampai 6 bln, asalkan kemasannya terlindung dengan cara sempurna, tambah Prof Dr FG Winarno.

Mi instan memang lah bukan makanan yang sempurna. Ragam gizi didalamnya amat minim. Mi instan sendiri mengandung protein, lemak, vitamin A, C, B1, B6, B12, niasin, folat, pantotenat, & mineral besi. Beberapa mi instan juga sudah di lengkapi dengan sayuran seperti wortel.

Walaupun jumlahnya masih jauh dari yang diperlukan. So, mesti di lengkapi bersama makanan lain. Itulah yang tertera terhadap saran penyajian. Jikalau mau makan mi instan dan mendapat asupan gizi, penambahan telur, sayur, atau daging maka mi instan sanggup memenuhi keperluan nutrisi. Setelahnya, minum jus buah tidak dengan gula, maka sumbangan fruktosa bagi badan tercukupi.

Kesimpulan

Banyak sekali rumor negatif dan berita bohong tentang mi instan. Berita ini selalu muncul secara turun-temurun, dan banyak masyarakat yang langsung percaya tanpa menghiraukan kebenarannya. Mie instan tidaklah berbahaya, selama dikonsumsi secara wajar dan tidak berlebihan.

Orang banyak makan daging tentu saja bisa menjadi penyakit. Orang terlalu banyak minum manis ya penyakit. Orang terlalu banyak makan 1 jenis sayur, juga penyakit. Begitu juga dengan mi instan.

(slawiayu/why)


Desa : Lebakgowah, Kecamatan : Lebaksiu, Kab. Tegal #InfoKesehatan #Dokter #TeknologiPangan #mieinstant #makanan #Lilin #BeritaBohong #Fakta