Apa Itu Hosting?

Apakah Anda ingin membuat website? Sebelum lebih jauh, Anda wajib mengenal apa itu hosting. Kenapa Anda harus mengetahui lebih tentang hosting? Karena website itu ibarat ketika Anda membangun rumah, maka harus ditentukan alamat rumahnya, lokasinya (lahan untuk membangun), model dan bentuk rumah dan lain sebagainya. Jadi website itu rumah Anda, hosting itu lahan untuk Anda bangun rumah, kemudian domain itu alamatnya.

Singkat cerita, hosting itu untuk menyimpan semua file yang dibutuhkan untuk website Anda seperti script, database, gambar, video, dan masih banyak macamnya.

Untuk lebih mendalami mengenai pembuatan website dan seputar hosting, kami mewawancarai Slamet Riyadi. Blogger yang sekaligus pemilik website VPScentos.com, situs yang memberikan rekomendasi hosting terbaik 2019 di Indonesia. Langsung saja kita ke pembahasan.

Apa itu Hosting?

Setelah kami menjelaskan diatas dengan analogi pembuatan rumah, maka prinsip dasar hosting Anda sudah tau. Jadi, hosting adalah sebuah tempat (space) untuk menyimpan berbagai data yang berkaitan dengan website Anda.

Anda pasti sudah sadar jika website itu terlihat bagus karena ada elemen seperti foto dan video, kemudian dibalik layar untuk bisa menjalankan website terdapat script yang rumit untuk Anda pahami. Semua itu disimpan pada hosting, jadi bisa diketahui bahwa peran hosting bagi website itu sangat vital.

Tanpa adanya hosting maka website sekolah, website desa, website pribadi Anda TIDAK AKAN BISA diakses oleh orang lain. Karena data websitenya tidak ada tempat penyimpanan, namun ketika memiliki hosting terbaik 2019 maka data tersebut bisa dikatakan aman dan bisa diakses oleh netizen.

Alur Kerja Website

Mungkin sedikit dari Anda yang memahami seperti apa alur kerja website, untuk itulah kami coba jelaskan kepada Anda secara mudah.

Ketika Anda ingin membuka website maka harus mengetikkan pada web browser alamat webnya atau yang disebut sebagai domain (misalkan: slawiayu.com), kemudian dibalik layar domain tersebut yang akan mengarahkan Anda ke hosting website tersebut.

Kenapa harus diarahkan ke hosting? karena seperti pembahasan tadi, tanpa hosting maka website tidak bisa diakses. Ketika Anda mengetikkan nama domain kemudian muncul halaman web, maka berarti itu memiliki hosting karena sudah dituntun oleh domain menuju web itu.

Jenis Hosting

Kemudian mungkin Anda akan bertanya, "memangnya jenis hosting apa saja?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami coba kembalikan kepada analogi membuat rumah yang tadi. Untuk membangun rumah, maka diperlukan lahan sesuai dengan kebutuhan bangunan.

Untuk jenis hosting yaitu:

  1. Shared hosting
  2. Dedicated hosting
  3. VPS hosting
  4. Cloud hosting

Sebenarnya pengkategorian hosting itu sendiri berdasarkan penggunaan dari website tersebut, untuk lebih mudah dalam Anda memahaminya akan kami bantu memberikan gambaran seperti ini.

Shared hosting itu ibarat kata kontrakan, sebuah server yang digunakan beberapa website. Ini paling umum digunakan oleh pemula, karena selain biaya lebih murah juga spesifikasi yang diberikan cukup terbatas.

Satu rumah kontrakan bisa diisi oleh puluhan penghuni, maksudnya satu shared hosting bisa ditempati oleh puluhan website yang entah milik siapapun. Karena itulah shared hosting itu biayanya sangat murah, bahkan ada penyedia layanan hosting memberikan harga 8 ribu sudah mendapatkan hosting. Jangankan yang murah, hosting gratisan-pun banyak yang menawarkan.

Namun perlu diingat dan dicatat, sesuatu yang gratisan itu tidak bisa menuntut apapun. Bayangkan jika website Anda sudah besar namun menggunakan hosting gratis, bisa saja penyedia menghapus sepihak karena dianggap beban terlalu tinggi.

"Saya dulu pernah punya website dengan hosting gratis, sudah fitur sangat terbatas, kebetulan trafik sudah tinggi namun ternyata data dihapus semua oleh penyedia. Saya hanya bisa pasrah, kan gratisan" kata Slamet.

Kemudian dedicated hosting diibaratkan sebagai rumah pribadi, jadi satu hosting hanya dimiliki oleh satu website saja. Ini sangat penting bagi website yang trafik sudah tinggi, karena selain beban yang ringan juga Anda mendapatkan akses penuh.

Karena Anda menggunakan satu rumah penuh digunakan sendiri (satu website), maka jelas biaya jauh lebih mahal dibandingkan dengan shared. Namun karena digunakan sendiri, website Anda kedepan jika sudah besar dan pengunjung dalam satu hari mencapai puluhan ribu maka sudah tidak perlu kuatir lagi akan tumbang, ini dikarenakan situs Anda cukup kuat menampung beban yang berat.

Selanjutnya ialah VPS hosting, ini ibarat kata sebuah rumah kost. Anda diperbolehkan mengatur serta mengelola sesuka hati, tentu saja ini tidak bisa dilakukan oleh shared hosting.

Ini sebuah alternatif bagi Anda yang ingin menyewa sebuah tempat tapi butuhnya satu kamar saja, jika menyewa kontrakan yang digunakan ramai-ramai dirasa kurang leluasa dan menyewa rumah sendiri terlalu mahal harganya. Maka VPS hosting menjadi pilihan ditengah-tengah antara Shared Hosting (yang murah dan terbatas) dengan Dedicated Hosting (yang cukup mahal), jadi biaya yang Anda keluarkan lebih irit dibandingkan dedicated.

Perbedaan antara VPS Hosting dengan Shared Hosting yaitu:

  • Shared Hosting hanya menyewa tempat saja, jika VPS bisa konfigurasi sendiri.
  • VPS Hosting bisa membagi resource yang dimiliki, Shared tidak bisa melakukan itu.
  • Shared Hosting itu untuk pemula yang tidak mau ribet, VPS untuk menengah keatas.

Perlu dicatat jika Anda ingin memilih VPS Hosting, karena tidak seperti hosting shared yang sudah disetting oleh si penyedia layanan. Ketika Anda menggunakan VPS maka wajib hukumnya mengerti cara kerja jaringan, serta wajib hukumnya mengerti seputar sistem operasi linux.

Lalu yang terakhir yaitu Cloud Hosting, ibarat sebagai Juragan Rumah yang memiliki channel atau jaringan yang luas. Ketika rumah Anda sedang rusak karena atap bocor, pipa PDAM mati maka bisa pindah ke rumah yang lain sesuka hati.

Pada cloud hosting juga sama, website Anda akan disimpan di beberapa server sekaligus demi menjaga kenyamanan pemilik website. Ini pilihan terbaik bagi pemilik website yang trafiknya tinggi, hal ini disebabkan website Anda tidak akan mengalami down (tidak bisa diakses).

Karena fitur dan kapasitas cloud hosting biasanya lebih unggul maka soal biaya tentu saja cloud hosting lebih mahal dari yang lainnya.

Anggapan Salah Tentang Website

Dimasyarakat kita yang sedang berkembang ini ada anggapan salah tentang website, untuk itu kita akan membahas satu persatu mengenai hal ini. Kami rasa perlu mengulas pandangan yang salah ini, karena ada beberapa penyedia jasa pembuatan website dan hosting terbaik 2019 mengeluhkan tidak sedikit client maupun calon client yang mengatakan hal negatif.

Sebenarnya keluhan masyarakat seperti itu perlu demi meningkatkan kualitas dan dalam upaya menanggapi apa yang masyarakat rasakan, namun jika sudut pandang tersebut tanpa didasari dengan pengetahuan maka menjadi mengerikan.

Biyan Bimo mengatakan kepada kami, "Saya dulu pernah bertemu dengan orang T*LOL, minta dibuatkan website kemudian diupload ke hosting. Dikiranya hosting dan domain itu gratis, saya cuma dikasih duit 50 ribu buat beli rokok."

Berikut ini beberapa pemikiran orang awam tentang website.

1. Buat Website itu GRATIS

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan "buat website itu gratis", karena memang pada dasarnya semuanya gratis namun ada sesuatu yang didapatkan. Ini menjadi pembicaraan menarik ketika ada orang datang ke pembuat website kemudian mengatakan,

"Harga membuat website sampe 1 juta? MAHAL sekali, saya lihat di internet malah ada yang gratis kok"

Yang dikatakan orang tersebut benar sekali jika banyak yang menyediakan gratis, tapi apakah itu siap pakai dan fiturnya lengkap? Apakah full support? Apakah dijamin tidak akan ada kendala?

Oke Anda melihat ada penawaran hosting gratis, kemudian Anda membeli domain murah. Setelah hosting dan domain Anda miliki, kemudian harus memikirkan platform apa yang harus Anda tayangkan di situs tersebut?

Maksudnya, tanpa platform maka website tidak bisa menampilkan apapun. Platform yang biasa digunakan di internet diantaranya:

  • Wordpress CMS
  • Drupal CMS
  • Blogspot

Sering kali orang mengkaitkan wordpress CMS itu sama dengan wordpress gratis subdomain, padahal ini dua hal yang berbeda. Jika Anda ingin membuat website gratis menggunakan wordpress subdomain maka akan didapatkan contohnamaanda.wordpress.com dan tidak memerlukan hosting, karena penyimpanan sudah ditanggung oleh wordpress.

Sedangkan Wordpress CMS Anda harus mendownload file platform kemudian di install di server hosting, ini berarti Anda harus memiliki sebuah hosting entah itu hosting gratis atau berbayar. Drupal CMS pun sama seperti Wordpress CMS, begitupun CMS lainnya yang membutuhkan server untuk menampung file-file website.

Berbeda jika Anda memilih menggunakan platform blogspot, karena sebuah layanan blog yang diberikan gratis oleh google. Umumnya Anda akan mendapatkan sebuah subdomain contohnya namaanda.blogspot.com namun Anda bisa menggunakan domain sendiri misal https://www.ulasinfoku.com dengan membeli nama domain sendiri kemudian dilakukan custom domain pada panel admin blogger.

Itu baru menggunakan CMS yang tinggal klik instal next next saja, jika Anda dibuatkan platform sendiri oleh jasa pembuat website dengan fitur Full Support, SEO Friendly, Fast Caching, Responsive dengan harga 3 juta rupiah, itu sudah sangat murah.

"Saya membuat website VPScentos dengan platform sendiri di jasa pembuatan website itu budget pembuatan 8 juta, itu sudah sangat murah karena semua kendali ada ditangan saya. Berbeda jika menggunakan CMS lain" kata Slamet Riyadi.

2. Hosting Gratis Saja Ada, Ngapain Beli

Jujur, kami sangat suka dengan pemikiran yang seperti ini. Karena kami publisher, sehingga salah satu upaya kami dalam menarik konsumen ialah dengan memberikan gratisan. Tentu saja dengan fitur terbatas, jika ingin upgrade maka diwajibkan membayar dengan biaya paket tertentu.

Inilah konsep yang dijalankan oleh google, facebook, twitter, instagram dan lain sebagainya, berikan sesuatu yang gratis untuk pengguna. Tapi nantinya ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan dari pengguna yang kemungkinan akan menjadi besar, bisa berupa diminta upgrade atau dipasang iklan atau apapun.

Dalam hosting juga sama, banyak pihak yang memberikan layanan hosting gratis namun ternyata secara diam-diam mereka menyisipkan kode tertentu di setiap halaman yang ditayangkan.

Anda tidak akan tau akan hal itu karena ini sudah secara sistem otomatis, sehingga bisa saja yang disipkan itu berupa iklan, tracking, maupun pixel targeting. Kita tidak tau, karena penyedia layanan gratisan itu juga pasti memiliki misi tersendiri.

Jadi sudah paham antara hosting gratisan dan hosting berbayar kan? Jika hosting berbayar terdapat kendala pada server atau jaringan, kita bisa menanyakan ke penyedia. Tentu saja ruang lingkup penyedia tersebut ialah di sisi server, bukan berarti misal Anda mengedit sebuah halaman web tapi justru menghapusnya kemudian komplain ke penyedia.

3. Pakai Hosting Murah Saja, Jangan Mahal-Mahal

Kami sangat setuju dengan pemikiran "pakai hosting murah saja, jangan gunakan yang mahal". Anda harus mempertimbangkan secara matang terutama uang yang akan dibelanjakan, jika ada yang lebih murah lalu ngapain memilih yang mahal.

Ada hal yang harus kita ingat bahwa sewajarnya biaya mahal itu ada nilai lebih dibanding dengan harga yang lebih murah, tentu saja ini tidak bisa dibandingkan dengan hosting gratis.

Anda harus memilih antara Shared Hosting, VPS Hosting, Dedicated Hosting, atau Cloud Hosting itu penuh pertimbangan, karena selain resource yang akan didapatkan juga performa dari website yang akan tayang nantinya.

Untuk shared hosting sendiri juga biasanya terdapat paket-paket yang harus Anda pilih, paket ini menyesuaikan harga dan spesifikasi yang diberikan oleh si penyedia hosting.

Jika trafik website Anda dalam satu hari 5000 pengunjung keatas, maka kurang tepat jika menggunakan shared hosting murah. Karena biasanya space penyimpanan dan bandwith yang dimiliki cukup kecil, ini akan membuat website Anda down (tidak bisa diakses selama beberapa waktu).

Kesimpulan

Kami rasa setelah Anda membaca dari awal hingga akhir ini, Anda kami anggap sudah mengerti dan faham apa itu hosting. Sehingga jangan ada lagi yang mengatakan "membuat website itu GRATIS kok, tidak perlu server hosting semacamnya", "buat website kok ada bayar hosting? ga usah lah", dan masih banyak lagi, ini pemikiran orang awam yang tidak tau tapi merasa paling tau.

Jika ada yang menawarkan jasa pembuatan website 2019 dengan hostingnya gratis, sudah bisa dipastikan resource terbatas dan Anda tidak bisa menuntut apapun jika mengalami masalah. Atau hosting gratis bisa menjadi alternatif ketika Anda sedang belajar atau sedang melakukan uji coba maka tidak masalah, namun penggunaan hosting gratis untuk website utama maka resiko ditanggung sendiri.

Website itu bukan sekedar punya-punya saja, namun harus mempertimbangkan beberapa aspek yang ada seperti platform apa yang akan digunakan, bagaimana proses kinerja platform tersebut, nama domainnya bagaimana, bagaimana trafik pengunjung nantinya, dan hosting apa yang akan digunakan.

Semoga dalam menjelaskan apa itu web hosting kali ini dapat memberikan sedikit wawasan kepada Anda, dengan adanya info webhosting 2019 ini diharapkan Anda lebih bijak dalam men-judge sesuatu.

(slawiayu/pastiin)


#rekomendasihosting #rekomendasihostingterbaik #hostingterbaik #apaituhosting #hostingadalah #websiteadalah #pengertianhosting